KOTA SERANG – Febriyanti, relawan asal Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang dari unit KSR PMI Unit UNTIRTA menceritakan kisahnya dalam menjalani proses seleksi Red Cross Red Cresent South East Asia Youth Network 2021 (SEAYN 2021) sampai ke tingkat nasional.
Febriyanti (20) adalah seorang mahasiswi jurusan S1 Pendidikan Kimia di Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang merupakan anggota KSR PMI Unit UNTIRTA dibawah naungan PMI Kota Serang. Nama Febri, sapaan sehari – hari Febriyanti melejit menjadi perbincangan di ranah PMI Provinsi Banten setelah berhasil lolos dalam seleksi SEAYN 2021 di tingkat provinsi dan melaju ke tingkat nasional walaupun pada akhirnya tidak lolos untuk menjadi perwakilan Indonesis di ajang SEAYN 2021, dan yang berhasil maju adalah Jevin Solim asal PMI Sumatera Utara.
Walaupun hanya sampai tingkat nasional, ini merupakan suatu capaian luar biasa bagi Febri dan PMI Kota Serang, mengingat Febri mampu mengungguli 4 kontestan lain saat seleksi SEAYN 2021 di tingkat provinsi Banten padahal kiprah nya di Kepalangmerahaan masih tergolong baru.
Berawal dari informasi yang dia terima terkait pendaftaran SEAYN 2021 dari grup whatsapp, Febri tertarik menantang dirinya untuk mengikuti SEAYN 2021.
“Karena saya adalah pemula di dunia kepalangmerahan masih belum banyak pengalaman yang saya dapatkan jadi saya tertarik ikut SEAYN 2021 untuk menambah pengalaman saya, mengupgrade kapasitas saya sebagai relawan, dan menambah relasi itu saya anggap sebagai bonus” Ucapnya.
Tahapan dan tantangan yang Febri lalui cukup berat bahkan banyak yang meng-underestimate dirinya, namun febri tidak “Kalah sebelum bertempur”.
“Awalnya saya mengajukan diri dibantu kakak senior saya, Rifki Mahendra untuk ke PMI Markas Kota Serang kemudian disuruh untuk membuat essay mengenai Manajemen Relawan dan Kepalangmerahan. Alhamdulillah essay saya disetujui dan dibuatkan surat rekomendasi untuk seleksi ke tingkat Provinsi Banten bersama 3 rekan lainnya dari Kota Serang, dalam seleksi tingkat Provinsi Banten tersebut dilakukan wawancara dan saya diminta untuk memperkenalkan diri saya pribadi, menjelaskan essay yang saya tulis, tes pengetahuan umum serta public speaking yang semuanya menggunakan bahasa Inggris. Alhamdulillah, setelai semua tahapan yang saya lalui, saya lolos mewakili PMI Banten untuk mengikuti seleksi ditingkat nasional” Ujarnya.
Tantangan yang Febri hadapi adalah krisis kepercayaan diri sesaat setelah mendengar pengalaman peserta seleksi lain yang ikut seleksi tingkat Provinsi dikarenakan pengalaman mereka yang banyak dan prestasi yang hebat , tapi untunglah banyak dukungan dan semangat dari rekan – rekan KSR PMI Unit Untirta yang kembali membuat percaya diri saya naik. Kemudian, tantangan dalam membagi waktu untuk kuliah dan untuk SEAYN 2021.
Namun Febri merasa sangat beruntung karna bertemu orang – orang hebat dan relawan dari berbagai macam daerah di Indonesia yang saling berbagi ilmu dan pengalamannya. Meskipun dirinya gagal meloloskan diri untuk menjadi wakil Indonesia di SEAYN 2021, namun tetap bangga karna menjadi bagian dari proses yang luar biasa.
“Semoga lebih banyak anggota KSR Unit Perti lain yang tertarik utk mengikuti seleksi SEAYN 2021. Semoga berikutnya, PMI Provinsi Banten dapat menjadi wakil Indonesia di SEAYN. Untuk teman-teman relawan semua, kika kita tak mencoba maka kita tidak akan tahu, jangan takut untuk mencoba dan nikmati segala prosesnya, manfaatkan semua kesempatan yang ada. Good luck!” Ucapnya.
Setiap hal yang dijalani adalah sebuah proses, maka sepatutnya kita sebagai relawan kemanusiaan terus berproses dan menghasilkan output yang baik. Febri merupakan inspirasi kita semua, dibalik kekurangan dan tantangan nya, dia mampu membuktikan bahwa jika kita yakin maka kita akan bisa.
Salam Kemanusiaan!

